Kembali

Yayasan Tarumanagara dan Komisi Nasional Disabilitas Teken Nota Kesepahaman untuk Dukung Masyarakat yang Lebih Inklusif

Yayasan Tarumanagara dan Komisi Nasional Disabilitas Teken Nota Kesepahaman untuk Dukung Masyarakat yang Lebih Inklusif

Yayasan Tarumanagara menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) dengan Komisi Nasional Disabilitas (KND)


Jakarta, 12 April 2026 – Yayasan Tarumanagara menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) dengan Komisi Nasional Disabilitas (KND) sebagai langkah awal membangun kolaborasi dalam mendorong masyarakat yang lebih inklusif melalui penguatan asesmen, pemutakhiran data penyandang disabilitas, serta pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi. Penandatanganan nota kesepahaman dihadiri oleh perwakilan Komisi Nasional Disabilitas, Dr. Dante Rigmali, M.Pd., yang juga merupakan penyandang disabilitas dengan keterbatasan pendengaran dan disleksia. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Dante memaparkan pentingnya penghapusan stigma terhadap penyandang disabilitas agar setiap individu memperoleh hak dan kesempatan yang setara. Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini jumlah penyandang disabilitas yang telah terdata secara memadai masih relatif terbatas dibandingkan kondisi di lapangan. Salah satu tantangan utama adalah proses verifikasi yang belum optimal serta belum tersedianya metode asesmen yang efektif, efisien, dan mudah diakses. Oleh karena itu, Komisi Nasional Disabilitas mendorong kolaborasi dengan Yayasan Tarumanagara dan Universitas Tarumanagara untuk mendukung proses asesmen sekaligus pemutakhiran data penyandang disabilitas secara berkelanjutan. Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara, Prof. Dr. Ariawan Gunadi, menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut sejalan dengan komitmen Yayasan Tarumanagara dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. "Yayasan Tarumanagara mendukung penuh kolaborasi ini karena sejalan dengan nilai kami dalam membantu masyarakat. Kami berharap kerja sama ini dapat diimplementasikan melalui Tridarma Perguruan Tinggi sehingga hasil nyatanya mulai dapat dirasakan dalam tiga hingga enam bulan ke depan," ujar Prof. Ariawan Gunadi. Sementara itu, Dr. Dante Rigmali, M.Pd. berharap kolaborasi ini dapat menghasilkan sistem asesmen dan pemutakhiran data yang lebih baik sehingga penyandang disabilitas memiliki data yang akurat dan terindeks secara optimal sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, Yayasan Tarumanagara, Universitas Tarumanagara, dan Komisi Nasional Disabilitas berkomitmen membangun sinergi yang berkelanjutan dalam mewujudkan lingkungan yang lebih inklusif, setara, dan berkeadilan. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat pengelolaan data penyandang disabilitas, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta mendukung terwujudnya pembangunan yang inklusif di Indonesia.
RedaksiJakarta, 12 April 2026

Tentang Tarumanagara

Yayasan Tarumanagara didirikan pada 18 Juni 1959 dengan semangat memajukan pendidikan dan kesehatan di Indonesia. Terinspirasi dari kejayaan Kerajaan Tarumanagara, yayasan ini memulai perjalanannya melalui pendirian Universitas Tarumanagara dan terus berkembang menjadi ekosistem pendidikan, kesehatan, serta inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Hubungi Tarumanagara

Media

media@tarumanagarafoundation.org